Minggu, 17 April 2011

Nama-nama jari tangan

Kali ini mari kita lihat bersama nama-nama jari di bahasa Jepang beserta artinya. Namun, kita tidak hanya akan mempelajari bahasa umumnya, tapi juga bahasa bayinya. Di bahasa Indonesia kita tentunya tahu bahasa seperti "mamam" (makan) yang biasa dipakai orang tua untuk berbicara dengan anak yang masih sangat kecil. Seperti itulah gambaran penggunaan bahasa bayi.

   Dengan mengetahui arti masing-masing jari, kita bisa selangkah lebih dekat memahami cara berpikir dan filosofi orang Jepang. Sebelum memulai dengan nama lima jari yang ada, pertama perlu diketahui bahwa bahasa Jepang jari adalah yubi (指). Ingat baik-baik, karena itu akan dipakai di nama semua jari.

Jempol

   Bahasa Jepang jempol adalah oya-yubi (親指). Artinya adalah jari orang tua. Karena oya juga bisa berarti "bos" seperti pada kataoyabun (親分, bos), saya pribadi suka mengingatnya sebagai bosnya para jari.

   Bahasa bayinya adalah otousan-yubi (お父さん指) yang artinya jari bapak. Saya bocorkan saja sebelumnya, bahwa di bahasa bayinya kelima jari tersebut adalah satu keluarga :).

Telunjuk

   Bahasa Jepang telunjuk adalah hitosashi-yubi (人差し指) yang artinya jari penunjuk orang. hito berarti orang dan sashi berasal dariyubisasu (指差す) yang berarti menunjuk. Artinya kurang lebih sama dengan bahasa Indonesianya (telunjuk tentunya berasal dari tunjuk). Sepertinya menunjuk orang dengan jari kedua ini merupakan hal yang universal di budaya manapun.

Bahasa bayinya adalah okaasan-yubi (お母さん指) yang artinya jari ibu. Setelah bapak lalu sekarang ibu muncul. Lucu kan?

Jari tengah

   Berikutnya adalah naka-yubi (中指) yang artinya... Jari tengah!!! Tidak ada yang menarik di sini karena sama persis dengan bahasa Indonesianya. Alasan dia disebut jari tengah pun seharusnya sudah jelas.

   Bahasa bayinya adalah oniisan-yubi (お兄さん指) yang artinya jari kakak laki-laki. Ya, ceritanya dia anak pertama dari keluarga jari kita.

Jari manis

   Jari yang karena pengaruh barat mengingatkan kita akan cincin kawin ini disebut kusuri-yubi (薬指) di bahasa Jepang. Ini berarti jari obat, dan itulah alasannya kenapa kamu bisa menemui anak-anak polos yang mengisap-isap jari manisnya di cerita-cerita agar sembuh dari penyakit. Dia disebut jari obat karena dahulu kala orang menggunakan jari ini untuk melarutkan obat-obatan ke air.

   Bahasa bayinya adalah oneesan-yubi (お姉さん指) atau jari kakak perempuan.

Kelingking

   Di bahasa Jepang nama jari ini sangat sederhana yaitu ko-yubi (小指) yang artinya jari kecil.

   Bahasa bayinya adalah akachan-yubi (赤ちゃん指) yang artinya jari bayi.

Penutup

   Hal yang paling menarik di sini tentunya adalah bahasa bayi untuk jari-jari tersebut. Kita punya ayah, ibu, kakak laki-laki (mas), kakak perempuan (mbak), dan adik bayi.

Saya akan menutup tulisan ini dengan pertanyaan lucu anak polos kepada ibunya:

娘「じゃあさ。お兄さん指はどうしてお母さん指より高い(長い?)の?うちのお兄ちゃんはママより小さいじゃん」
母「お兄ちゃんだって大人になったら、ママより大きくなるよ。パパは今おばあちゃんより大きいでしょ。けんちゃんおじちゃん(私の弟=娘の叔父)もばあばより大きいでしょ」
娘、即納得。
娘「じゃあ、お父さん指はどうしてお母さん指より低い(短い?)の?お母さんがお父さんより大きい人もいるけれど、だいたいはお父さんがお母さんより大きいじゃん」
母「……。そ、そうねえ〜。で、でも、お父さん指は短くても太いわよ。太いってことは大きいってことなのよっ」

Anak: "Terus, kok jari kakak laki-laki (tengah) lebih tinggi dari jari ibu (telunjuk)? Padahal kan kakak lebih pendek dari mama."
Ibu: "Kakak juga nanti kalau udah gede jadi lebih tinggi dari mama lo. Papa sekarang lebih gede dari nenek kan? Om Ken-chan juga lebih tinggi dari nenek kan?"
Sang anak langsung setuju.
Anak: "Terus kalo gitu kenapa jari bapak (jempol) lebih pendek dari jari ibu (telunjuk)? Bapak yang lebih pendek dari ibunya sih ada, tapi kan kebanyakan bapak lebih gede dari ibunya."
Ibu: "Bener juga ya. Tapi walaupun pendek kan jari bapak lebih gemuk lo. Gemuk kan artinya besar."

Kawaii desu ne!!!! OK, sampai jumpa lagi!

Rabu, 23 Maret 2011

Hukum Berburuk Sangka Terhadap Sesama



Allah ‘Azza wa-Jalla telah mengharamkan sikap buruk sangka terhadap sesama mukmin, kerana ia akan menyebabkan timbulnya fitnah, bukan sahaja di antara seseorang individu dengan individu yang lain tetapi juga dalam anggota Jamaah Islamiyah. Apabila sikap terkutuk ini terdapat di kalangan anggota jamaah ia boleh mengwujudkan perasaan saling tidak percaya, saling meragui, benci-membenci, pertelingkahan, perpecahan dan akhirnya bermusuh-musuhan di antara sesama Islam.


Allah Subhanahu wa-Ta’ala mengharamkan hambaNya yang beriman dari menyimpan perasaan persangkaan atau sangka-sangka buruk terhadap Allah dan terhadap saudara-saudaranya yang seagama. Malah Allah mengharamkan juga segala unsur, bibit atau segala punca yang boleh menyebabkan timbulnya rasa buruk sangka di kalangan anggota Jamaah Islamiyah. Pengharaman ini telah ditegaskan di dalam al-Quran dan hadith-hadith Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam sebagaimana firman Allah dan sabda Nabi:


يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَيَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَاْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيِّتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ اِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ






"Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesunguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang". AL-HUJURAAT, 49:12.






عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ تَحَسَّسُوْا وَلاَ تَنَافَسُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَبَاغَضُوْا وَلاَ تَدَابِرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا





"Dari Abi Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam: Aku peringatkan kamu dari prasangka sesungguhnya prasangka itu adalah bisikan yang paling bohong. Dan janganlah kamu mencari-cari rahsia (kelemahan, ke’aiban dan keburukan saudaranya), janganlah merasa-rasakan (yang bukan-bukan), janganlah kamu melakukan pertengkaran, jangan berhasad (dengki), jangan berbenci-bencian, janganlah membelakangkan (saudaramu seagama). Dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara". H/R al-Bukhari.






عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : رَاَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَطُوْفُ بِالْكَعْبَةِ يَقُوْلُ : والَّذِى نَفْسِ مُحَمَّد بِيَدِهِ لَحُرمَةُ الْمُؤْمِنِ اَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْكَ مَالهُ وَدَمهُ وَاَنْ يَظُنَّ بِهِ اِلاَّ خَيْرًا. رواه ابن ماجه.






"Dari Abdullah bin Umar berkata: Aku melihat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam sedang tawaf di Kaabah lalu bersabda: Demi jiwa Muhammad yang di tanganNya, sesungguhnya kehormatan seseorang mukmin lebih besar di sisi Allah dari engkau (Kaabah) wangnya dan darahnya sehinggalah dia berprangsangka sesamanya yang baik”. H/R Ibn Majah.





عَنْ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ : وَلاَ تَظُنُّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنْ اَخِيْكَ الْمُؤْمِنِ اِلاَّ خَيْرًا.






"Dari Umar bin Al-Khatab beliau berkata: Janganlah kamu berprasangka (buruk) dengan kalimah yang keluar dari (mulut) saudara kamu yang mukmin kecuali yang baik". Lihat Tafsir Ibn Kathir, jld. 4, m/s 271.






عَنْ حَارِثَةِ بْنِ النُّعْمَان قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاَثٌ لاَزِمٌ ِلاُمَّتِى : اَلطِّيَرَةُ وَالْحَسَدُ وَسُوْءُ الظَّنِّ. فَقَالَ : وَمَا يُذْهِبُهُنَّ يَارَسُوْلَ اللهِ مِمَّنْ هُنَّ فِيْهِ ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَا حَسَدَ فَاسْتَغْفِرِ اللهَ وَاِذَا ظَنَنْتَ فَلاَ تُحَقِّقْ وَاِذَا تَطَيَّرْتَ فَامْضِ






"Dari Haritha bin an-Nukman berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam: Tiga perkara yang sentiasa ada pada umatku: Kepercayaan sial. Hasad dengki. Prasangka. Beliau bertanya: Apakah yang boleh menghilangkan dari itu (semua) wahai Rasulullah bagi sesiapa yang telah ada pada dirinya perkara-perkara tersebut? Baginda bersabda: Apabila berhasad dengki mintalah ampun, apabila berprasangka janganlah diteruskan dan apabila mempercayai tataiyur hendaklah dihapuskan". H/R at-Tabrani.


Semua punca-punca timbulnya buruk sangka yang dijelaskan oleh ayat al-Quran dan hadith-hadith di atas berpangkal dari hati yang rosak dan berpenyakit lantaran kejahilan (tidak berilmu agama). Akhirnya menyebabkan lemah iman, lemah keperibadian, hilang panduan dan tidak tahu ke arah mana mahu dituju sehingga mudah berburuk sangka. Hal keadaan seperti ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam:


اِذَا قَلَّ الْعِلْمُ ظَهَرَ الْجَفَا وَاِذَا قَلَّتِ اْلآثَارُ كَثُرَتِ اْلاَهْوَاءُ وَلِهَذَا تَجِدُ قَوْمًا كَثِيْرِيْنَ يُحِبُّوْنَ قَوْمًا وَيَبْغَضُوْنَ قَوْمًا لاَجْلِ اَهْوَاءٍ لاَيَعْرِفُوْنَ مَعْنَاهَا وَلاَ دَلِيْلَهَابَلْ يُوَالُوْنَ عَلَى اِطْلاَقِهَا اَوْ يُعَادُوْنَ مِنْ غَيْرِ اَنْ تَكُوْنَ مَنْقُوْلَةً نَقْلاً صَحِيْحًا عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَسَلَّمَ وَسَلَفِ مِنْ غَيْرِ اَنْ يَكُوْنُوْا هُمْ يَعْقِلُوْنَ مَعْنَاهَا وَلاَ يَعْرِفُوْنَ لاَزِمَهَا وَمَقْتَضَاهَا. رواه مالك.






"Apabila (seseorang) kurang berilmu akan (mudah) menimbulkan perasaan benci dan tuduhan salah (kepada orang lain). Dan jika pengetahuan tentang athar (hadith dan perbuatan sahabat) hanya sedikit, akan ramai yang mengikut hawa nafsu. Berpunca dari yang demikian, akan engkau temui suatu kaum (kumpulan) yang ramai mencintai (menyebelahi) kaum (kumpulan) yang lain hanya atas dasar hawa nafsu (bukan atas dasar kebenaran al-Quran atau al-Hadith) kerana tidak mengetahui (ilmu)nya dan dalilnya. Sedangkan mereka menyokong atau memusuhi (satu kumpulan) tanpa mengikut (landasan) hadith yang sahih dari Nabi dan dari Salaf ummah ini, mereka tidak mengetahui makna (al-Quran dan al-Hadith) dan tidak mengetahui apa yang dikehendaki (oleh hadith) tersebut dan tidak tahu untuk mempraktikalkannya". H/R Imam Malik.


Orang-orang yang mempunyai penyakit ragu-ragu, was-was dan buruk sangka terhadap Allah dan terhaap ibadahnya, ia perlu segara meninggalkan penyakit tersebut dan segera bertaubat. Agar ia tidak berulang, maka perlu dirawat dengan ilmu agama terutama ilmu akidah. Oleh itu setiap mukmin sewajarnya menyebukkan dirinya dengan menuntut ilmu seperti menghadiri majlis-majlis ilmu yang memperkatakan tentang agama. Kerana hanya ilmu agama yang dapat merawat dan menyembuhkan penyakit ragu-ragu, was-was dan buruk sangka.

Sabtu, 12 Februari 2011

Cahayaku,,,

Cahayaku....

Pertama melihatmu hatiku bergetar,mungkinkah diriku jatuh cinta padamu?


Cahayaku...

Pertama mendengar suaramu hatiku berdebar,mungkinkah diriku jatuh cinta padamu?

Cahayaku..

Pernah ku pungkiri rasa ini "cinta",namun kau selalu ada dalam hatiku.

Cahayaku...


Lambat laun..

Kusadari rasa ini cinta,,cinta suci yang Allah ciptakan didalam hati insan-Nya
Kusadari rasa ini cinta,,cinta tulus yang Allah selipkan kedalam hati insan-Nya 

Kusadari rasa ini cinta...
seperti cinta yang Allah berikan kepada nabi Adam as dan siti Hawa,
seperti cinta yang Allah berikan kepada nabi Sulaiman dan ratu Bilqis,
seperti cinta yang Allah berikan kepada nabi yang qt cintai nabi Muhammad Saw dan siti Khadijah ra..

Cahayaku...

Dipandanganku...
Kata-katamu begitu sopan mencerminkan kerendahan hatimu,
Tingkah lakumu begitu santun mencerminkan kelembutan hatimu,
Semangatmu begitu menggebu mencerminkan kekuatan hatimu.

Subhanallah,,,semua itu membuatku tertunduk malu dan berucap: "mungkinkah kau tercipta untukku?".

Cahayaku teringat aku akan firman Allah Swt : "Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik,begitupun sebaliknya,Laki-laki yang keji untuk wanita yang keji begitupun sebaliknya"

Astagfirullah,,,semua itu semakin membuatku tertunduk malu dan berucap: "pantaskah aku untukmu?".

Cahayaku,,,

Karena-Nya ku coba tata hati ini,kucoba tata hidup ini,
kucoba perlahan untuk lebih baik dan berucap: "bismillahirrohmanirrhim"
teringat kembali aku firman Allah Swt : "Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum,apabila kaum itu tidak berusaha merubahnya".

Cahayaku,,,

Kucoba utarakan isi hati ini dan kau jawab dengan istigfar dan senyuman..
membuat nafasku terhenti sesaat..
Subhanallah...berdebar hati ini..
Kucoba kembali utarakan isi hati ini dan kau jawab dengan ajakan istigfar dan senyuman..
membuat darahku seakan terhenti mengalir sesaat..
Subhanallah...berdebar hati ini..
kucoba kembali utarakan isi hati ini dan kau jawab dengan istigfar,senyuman dan ajakan ta'aruf..
membuat tubuhku seakan tak bergerak sesaat..
Subhanallah..berdebar hati ini..

Cahayaku,,,

Kuucapakan syukur tak terkira kepada sang pencipta,
keinginan dan impian cinta ini selangkah lagi menjadi nyata,
dalam ta'aruf ini qt tambatkan rasa.

Cahayaku,,,

pernah kau berkata...

ku mencintaimu bukan karena rupa..begitupun aku adanya,
ku mencintaimu bukan  karena harta..begitupun aku adanya,
ku mencintaimu tulus,ikhlas,Lillahi ta'ala..begitupun aku adanya.

Cahayaku,,,

Darimu ku mengenal arti ketulusan,
Darimu ku mengenal arti kesetiaan,

Darimu ku mengenal arti cinta yang sesungguhnya.
Darimu ku lebih sadar tiada yang harus lebih aku  takutkan selain azab dari-Nya,

Darimu ku lebih sadar tiada yang harus lebih aku khawatirkan selain hilang hidayah dari-Nya,
Darimu ku lebih sadar tiada yang harus lebih aku cintai selain Allah Swt.

Cahayaku,,,



Seandainya semua tidak seperti yang qt kira..
aku tak kan kecewa,
aku tak kan putus asa,
aku tak kan memaksakannya,
aku akan ikhlaskan dan hanya berkata :
" telah tertulis di dalam Laufuldh Mahfudz jodoh qt,tak kan tertukar..tiada tangan manusia dapat merubahnya selain Allah Swt"


Cahayaku,,,

kuucap sebaris doa didalam sujudku dihadapan-Nya...

"semoga Allah jadikan engkau terbaik untukku dan aku terbaik untukmu,semoga qt adalah sebaik-baik hamba yang Allah persatukan didalam cinta dan ridho-Nya,amin..."